Teori Teknik AKMDBS memahami prinsip kerja dagang mata uang

Bisnis Trading sama dengan seperti bisnis lain kalau ada usaha ada bakat, jika belum bakat bakat sampai mc berpuluh ribu rupiah kalau Allah tidak mengizinkan ya gak bisa-bisa, yang ada kalian stress dan gila hidup berantakan terbengkalai karena harapan dan khayalan besar tidak segera terwujud, lebih baik tinggalkan dan lakukan mawas diri. dengan ini saya niat mencari rezeki atas izinNya semoga diberi kemudahan bagi kita semua yang malakukan usaha. 

sedikit saya membagikan teori trading yang saya pakai saat ini, teori ini dinamakan dengan teknik AKMDBS. AKMDBS merupakan kepanjangan dari akumulasi dan distribusi dimana dalam pergerakan pasar ada penjual dan pembeli, saat penjual lebih dominan dinamakan dengan trend bearish karena adanya distribusi dan saat pembeli lebih dominan dinamakan trend bullish karena adanya mengakumulasi. akumulasi memiliki tujuan agar supply dalam pasar mencukupi untuk melakukan distribusi, nah saat supply sudah mencukupi lebih dari demand maka siap siap pasar akan melakukan distribusi, sedangkan distribusi bertujuan mendistribusikan sampai adanya akumulasi dan begitu aja terus market bekerja. 

apabila kalian masih bingung mari kita analogikan trading forex menjadi trading sayur. saat dalam sebuah pasar ada beberapa penjual dan pembeli, mereka memperdagangkan tomat dan cabe. lalu cabe lebih banyak dimiliki oleh  penjual, otomatis pembeli lebih sedikit memiliki cabe tapi tomat lebih banyak pada pembeli. ternyata waktu itu musim panas, masyarakat  butuh rujak dimana cabe lebih banyak dibutuhkan, lalu apa yang terjadi pada pasar tersebut? otomatis harga cabe naik karena banyaknya permintaan untuk membuat rujak, lalu pembeli yang memiliki tomat tadi berbondong bondong menukarkan tomat ke cabe. sehingga terjadinya kenaikan pada trend cabe jadi pair TOMAT/CABE mengalami downtrend sedang melakukan distribusi untuk menjual tomatnya agar bisa mendapatkan cabe lebih banyak. apakah sudah paham? semoga kalian paham, jika belum paham ulangi lagi paragraf ini. sebenarnya simple hanya prinsip dagang, tidak perlu indikator super rumit seolah canggih, indikator hanya sebagai channel trend untuk mempermudah batasan harga pada periode tertentu. 


jadi kesimpulannya dalam trading forex sama dengan trading sayur, dimana pasar akan melakukan jual jika ada supply yang cukup banyak dan pasar akan melakukan beli jika dirasa pasar tidak memiliki supply untuk didistribusikan dengan melakukan permintaan ke pasar. 






Click to comment