Jangan Salahkan Indikator Jika Loss Sebelum Mengetahui Prinsip Kerja Jual Beli !!

Trading forex sebenarnya sama dengan bisnis lain dimana selalu dihantui dengan resiko tinggi dibalik keuntungan yang besar, namun banyak yang tidak menyadari akan resiko itu sering kali para pemula stress dengan entry mereka karena floating minus lama dan bahkan sampai mc. padahal kata mereka sudah memasang indikator canggih dengan kerumitan yang tiada tara sampai candlesticknya tidak kelihatan seolah benang berbilit dalam chart. banyak juga yang salah mengartikan bahwa trading forex seperti meja casino memerlukan tebak-tebakan dengan indikator. dalam sebuah bisnis dagang tidak adanya namanya tebak tebakan, apalagi kalian menebak dengan indikator serumit apapun kalau tidak mengetahui prinsip kerja jual beli, ya sama saja ujung-ujungnya kalian meyalakan indikator yang diciptakan tidak bekerja, kalian menganggap indikator yang diciptakan tidak berguna. ingat broo, indikator itu diciptakan oleh ahli matematika dan programmer yang menggeluti dunia perdagangan, diciptakan karena ada sesuatu untuk mempermudah analisa.


saat kalian merasa indikator yang kalian pasang tidak memiliki manfaat, coba hapus semua indikator yang kalian pasang. andalkan candlestick saja untuk mengetahui kenapa harga bergerak naik dan turun, pokoknya bersihkan semua indikator yang semerawut itu, agar pikir kalian jernih untuk memahami pergerakan harga. tentunya pergerakan terjadi karena ada penjual dan pembeli, tugas kalian adalah mengetahui kapan berhentinya penjual transaksi dan kapan berhentinya pembeli. penjual yang dominan pasar dinamakan dengan downtrend, karena apa ini bisa terjadi? ya karena supply di pasar melebihi batas pemintaan, tentunya pasar akan menawarkan harganya untuk mendapatkan permintaan di harga yang murah agar bisa dibeli lalu dijual di harga mahal. 

lalu dimana letak manfaat indikator kenapa diciptakan? apabila kalian sudah mengetahui bagaimana pemberhentian penjual dan pembeli, kalian boleh memasang indikator atau tidak. Indikator ini berperan penting untuk menunjukkan konfirmasi bahwa terjadi pembalikan arah setelah adanya pemberhentian downtrend atau uptrend.

 jadi kalau sudah mengetahui prinsip kerja jual beli, kalau kalian mau transaksi buy ya fokus buy saja dan entry saat indikator dan candlestick memberikan konfirmasi. rata- rata trader pemula yang tidak mengetahui prinsip kerja jual beli, akan bingung akibat rumitnya indikator yang mereka pasang. misalnya saja kalian melihat harga crossing di antara kedua garis moving average, lalu dengan PDnya kalian entry begitu saja, setelah beberapa jam harga berbalik arah dan crossingan tadi tidak valid crossing dimana akan melanjutkan trendya, disini kalian biasanya menyalakan indikator bahwa indikator itu terlambat, menipu dan lagging. ya benar memang indikator kebanyakan adalah lagging, tapi jangan disalahartikan untuk entry posisi. kalau hanya mengandalkan indikator tanpa mengetahui sentimen jual dan beli akan ketersedian supply dan demand, ya tradingmu auto ambyar. mungkin saja saat kalian buy harga turun, saat kalian sell harga naik jika hanya mengandalkan indikator tanpa mengetahui prinsip kerja harga. 

Click to comment