Cara Menentukan Reversal Perubahan Arah Trend by Teknik AKMDBS Part 4

Setelah Kita mengetahui trend apakah bullish, apakah bearish dan apakah sideway maka yang perlu wajib dipahami selanjutnya adalah perubahan trend bahasa kerennya adalah reversal. reversal ini sangat penting untuk diketahui system kerjanya karena ini menentukan entry kita dan meminimalisir floating minus yang berlebih. sebelum kalian mempelajar reversal, sebaiknya tentukan dulu time frame yang kalian pakai apakah menggunakan daily, wekkly atau intraday? kenapa pemilihan time frame sangat penting untuk menentukan berapa floating minus yang kalian bebankan dan seberapa kekuatan modal untuk floating minus. jika kalian menggunakan time frame yang lebih kecil antara h1 kebawah maka floating minus yag terjadi akan sangat sedikit sehingga resiko lebih ringan tapi kalian tidak bisa hold terlalu lama, mungkin holdnya antara 1 sampai 2 jam, biasanya kalau menggunakan time frame yang lebih kecil terlalu berisiko terhadap event news besar karean sangat berpengaruh dan siap-siap menyentuh stop loss yang kalian pasang, itulah beberapa kelemahan jika kalian menggunakan time frame yang lebih kecil. tapi apabila kalian menggunakan time frame yang lebih besar antara h4 sampai daily keatas, maka floating minus yang dibebankan cukup lama dan kelebihannya menggunakan time frame besar kalian bisa hold lebih lama bisa-bisa seminggu untuk hold ( itupun kalau profit), solusinya tempatkan stop loss yang bisa kalian tanggung, selain itu menggunakan time frame lebih besar tidak dipengaruhi news harian sehingga lebih aman, karena news hanya menggoyang harga pada timeframe yang lebih kecil dari pada h4. 

ok apakah kalian sudah paham dan menentukan time frame untuk trading, jika kalian sudah menentukan mari kita langsung belajar menentukan dan mengidentfikasi reversal.

a. perubahan trend bullish ke bearish 



cobalah lihat gambar diatas, ini merupakan bagian dari belajar price action. mula-mula terdeteksi trend bullish, mungkin sebelum adanya bearish trend teridentifikasi overbought ( kondisi overbough inilah yang biasanya memanipulasi trader untuk sell) saya sarankan jangan langsung sell saja saat kondisi overbought, oleh karena itu saya sarankan jangan memakai indikator apapun kalau belum tahu prinsip kerja harga. coba fokus pada area yang saya diberi kotak hitam, disana sudah kelihatan jelas bahwa pada area tersebut candle bullish mulai mengecil dan memiliki ekor panjang seperti penolakan bullish terlalu kuat, nah saat terjadinya ekor inilah biasanya muncul trend bearish dengan ditandai dengan candle bullish yang besar dan close candle bearish mampu menutup candle open bullish, nah jika kalian sudah memiliki kejadian maka ini sinyal untuk sell. dimana untuk menempatkan sell di posisi yang tepatkan? tunggu dulu candle bearish pertama sampai close, setelah itu ambil posisi sell setelah candle bearish sudah close dan tempatkan stop loss di ekor panjang ( penolakan harga bullish ada tekanan dari seller) 

boom hasilnya seperti gambar diatas, dimana price action ini bisa disebut dengan pola harga enfugling? merupakan sebuah pola yang terdapat candle bearish dengan body besar mampu menutup candle bullish untuk trend bullish, begitu sebaliknya dengan trend bearish ( kebalikannya saja )


bagaimana untuk identifikasi trend bearish? disini saya tidak memberi gambar karena prinsip kerjanya dan analisanya sama saja. intinya adalah temukan trend bullish atau bearish pada time frame yang kalian pilih, selanjutnya identifikasi perlemahan candle bullish jika trend bullish dan identifikasi perlemahan candle bearish jika trend bearish, setelah kalian menemukan beberapa perlamahan maka carilah harga terkuat yang mampu menembus perlemahan tersebut baik bullish atau bearish. jika kalian masih belum paham cobla baca dan baca artikel ini sambil melihat gambar yang sudah saya berikan. 

Click to comment