Belajar Price action Trading forex step by step part 1 ( Bangun sytem trading anda sendiri)


HUBUNGAN CANDLESTICK DENGAN TIMEFRAME
Sebelum membahas saya ucapkan terima kasih telah berkunjung di blog priceactioncandle.blogspot.com. disini saya akan mengajak anda untuk membangun sytem trading sendiri dengan memahami price action anda bisa mengetahui prinsip kerja harga market itu sendiri. setalah anda mengetahui prinsip kerja dan pola harga  maka anda bisa menggabungkan dengan system anda sendiri, pilih mana yang cocok untuk anda, teknik apa yang anda pelajari selama ini coba gabungkan dengan pemahaman price action candlestick. Tahukah anda? untuk mendapatkan pemahaman dalam trading itu sebenarnya menggunakan system anda sendiri, bukan sytem dari orang lain yang anda pelajari dan anda akan bingung karena tidak mengetahui sejarahnya. 

Disini saya akan mengajak anda untuk membangun sytem trading sendiri, apabila sudah bergelut di dunia trading pasti anda memiliki pemahaman beberapa system yang pernah dipelajari. maka tetap gunakan system tersebut jangan gonta-ganti, carilah kelamahannya, cari kecocokan harga berdasarkan system yang anda miliki. apabila anda baru pertama kali belajar trading dan bertepatan dengan membuka blog ini maka cobalah untuk membangun system sendiri, dasarnya adalah price action candle setelah paham anda bisa mengabungkan dengan teknik yang anda suka. 

apa itu price action? price action merupakan sebuah tindakan untuk mengeksekusi order di harga paling tepat atau mengeksekusi di harga akhir buy atau sell sehingga membantu dalam meminimalisir terjadinya floating minus cukup lama. memahami price action candlestick perlu adanya pemahaman time frame yang berlaku pada candlestick mulai dari montly, wekkly, daily, h4 dan h1. 

Hubungan candlestick dengan time frame


1. candlestick pada time frame besar merupakan kesimpulan dari candle di time frame bawahnya
2. 1 candles bulanan berisi 4 candle wekkly
3. 1 candles wekkly berisi 5 candle daily
4. 1 candle daily berisi 6 candle H4
5. 1 candle daily berisi 24 candle H1 dan seterusnya

banyak yang bingung menentukan posisi entry, karena melihat perbedaan bullish atau bearish di time frame yang berbeda. misal si jono mau melakukan entry buy,,karena melihat candle di time frame h1 si jono melihat terlalu jenuh untuk jual, tapi sijono melihat di tame frame daily lho kok harganya bullish...ini market sebenarnya mau kemana harganya? gak usah bingung, perlu anda ketahui bahwa anda bisa melakukan open posisi buy seperti jono tapi entry buy anda berada di harga koreksinya time frame daily, dimana time frame daily sejatinya masih bearish, logikanya begini kemaren  harga turun toh sangat jarang harga langsung turun begitu saja pasti diperlukan sebuah koreksi, nah koreksi ini berfungsi sebagai pengambilan supply sebelum melanjutkan downtrend. jadi tetapkan pilahan anda mau trading secara singkat atau hol, jika singkat  maka yang perlu difokuskan melihat time frame di h1 dan m15, trading secara singkat ini khusus untuk anda yang tidak ingin floating minus terlalu lama, jika anda ingin hold beberapa hari anda bisa menggunakan time frame h4 dan daily. jadi kesimpulannya semakin besar time frame yang anda pakai maka semakin berpeluang untuk floating minus cukup lama dan dibutuhkan modal cukup untuk menahan floating minus.

sekian dan bersambung part 2 ( mengenal trend bullish, bearish, sideway)




Click to comment